Usai meresmikan produksi bioetanol tebu untuk ketahanan energi, kunjungan kerja Presiden Joko Widodo berlanjut ke kebun tebu di Dusun Temugiring, Desa Batankrajan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, tadi siang. Selain berdialog dengan puluhan petani, kepala negara ini juga melihat proses penanaman tebu secara langsung bersama pihak PTPN X dan PT Enero.
Jokowi menyebut, negara kini telah memulai sesuatu yang baru untuk urusan tebu karena kita gunakan varietas yang paling baru. Apalagi, di tanah yang dikunjungi sekarang ini, sesuai informasi dr Remio jika penanaman tebu di sini tidak perlu pemupukan nitrat dan potas lantaran tanahnya sudah subur.
Terbukti varietas tebu yang sebelumnya ditanam kini sudah tumbuh dengan empat atau lima batang. ”Dilihat tadi hasilnya sangat luar biasa setelah ditanam 26 hari. Biasanya nongol dua, di sini nongol empat sampai lima, ini sesuatu yang sangat luar biasa,” tegasnya.
Dengan begitu, pemerintah pun punya target besar. Lima tahun ke depan Jokowi menargetkan Indonesia bisa melakukan swasembada gula dengan lahan 700 ribu hektare.
Alhasil, Indonesia pun akan betul-betul mandiri, tanpa menggantungkan impor. Baik untuk konsumsi ataupun industri. 700 ribu hektare itu akan disebar di beberapa provinsi dan tidak menutup kemungkinan akan dilakukan juga di provinsi luar Jawa.
”Akan saya siapkan yang 700 ribu hektare itu, sekarang kita baru dapat 180 ribu hektar kita butuh 700 ribu hektare. Nanti kita akan lari ke luar Jawa karena lahan 700 ribu hektar itu bukan lahan yang kecil, dengan sekuat tenaga akan saya siapkan,” jelasnya.
Larinya lanjut Jokowi, jika gulanya tercapai nanti sebagian bisa dilarikan entah lewat proses molase atau langsung itu akan masuk ke etanol sebagai ketahanan energi Nasional.
”Kita mulai dari e5, jalan e10, e20. Kita main dulu, b20, b30 untuk sawit ya ini sama. Saya senang kita sudah ketemu jurusnya, yang penting itu jurusnya. Sehingga tinggal implementasi yang tinggal harus diawasi,” bebernya.
0 Komentar